Kehilangan Induk, rumah menjadi sepi.
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE
Kehilangan induk adalah kondisi pada Akhir April hingga Mei yang dialami oleh keluarga kami. Ya, saya menelantarkan mereka begitu saja. Hanya sesekali melihat keadaannya, kemudian. Kembali menelantarkannya.
Bukan bermaksud meninggalkan. Tetapi karena manajemen Filter belum ada di Kominfo, saya harus memilih diantara dua jalan. Focus atau mencoba keluar. Dan saya memilih mencoba keluar. Melihat keadaan diluar Kominfo. Mengikuti beberapa kepanitiaan.
Saat itu, saya berfikir jika keluarga saya sedang saya sekolahkan. Begitu juga saya. Menyekolahkan diri saya sendiri. Namun berlebihan. Terlalu jauh saya sekolah. Terlalu jauh saya meninggalkan keluarga kecil saya. Akibat tindakan dan pilihan saya adalah, rumah menjadi sepi.
Maksudnya adalah program kerja yang dibentuk harus mundur dari timeline. Bukan salah mereka jika program kerja itu mundur. Tetapi salah saya. Salah ketika mengemudikan kendaraan, dan saya harus berhenti terlebih dahulu.
Klasik, benar-benar masalah klasik. Dan akhir dari akibat itu adalah Kominfo mendapat beberapa sorotan. Kami belum siap untuk sorotan itu. Kami masih sekolah teman. Mungkin itu kata-kata sederhananya.
Benar-benar Kominfo kehilangan induk. Dan rumah menjadi sepi.