Bukan perang, tapi sebuah konsekuensi
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE
Saya mengakui, adanya kelemahan di beberapa sisi Kominfo. walaupun setiap hal di dunia ini pasti ada kelemahannya. Namun menurut saya kelemahan yang ini bisa ditutupi. Selama keberjalan editorial meeting, saya menemukan beberapa hal yang harus dan wajib diperbaiki.
Pertama adalah kurangnya koordinasi masalah Manajemen bicara. Perlu ada kesamaan pendapat di sini. Secara tidak langsung koordinasi saat itu masih kurang. Benar, masih kurang. Koordinasi di bidang apa yang kurang ?. secara umum koordinasi personal di Kominfo cukup baik. koordinasi antar program kerjalah yang harus dikoordinasi ulang. Banyak kelemahan disisi ini. Program kerja A dengan B masih sering campur. Bagus sih, pelaksanaannya jadi lebih ringan dan cepat. Tapi, laporan yang diperoleh menjadi timpang dan tidak jelas.
Ini dilihat pada saat keluarga kami menuai banyak pertanyaan. Seakan gendering perang dimulai. kenapa bertanya ini itu. Rasa jengkel itu mungkin hadir sesaat di hati kami. Iya, sesaat dihati kami. Selanjutnya, kami mulai memikirkan kembali keluarga kami. Entah apa yang terjadi nanti, ya nanti. Jangan berfikir sekarang. Bisa pusing jadinya.
Kedua adalah banyaknya program kerja. Program kerja kami cukup banyak. 13 program kerja. Sukses semuakah saat itu ?. belum. Kita akan membuat sukses ketika muktamar di depan mata. Itu janji saya. Seharusnya program kerja yang berjalan bisa dipangkas menjadi lebih sedikit. Dari 13 program kerja bisa menjadi 7 atau 8 saja. Misalkan Web, database, blink, siyudi bisa dijadikan satu, sebut saja hmif di dunia maya. Roadshow dan company profile bisa digabung jadi satu. Sebut saja visitasi dan pengenalan HMIF.
Ini dilihat ketika EM sendiri, banyak pertanyaan yang belum disampaikan. Karena banyaknya proker. Inilah konsekuensi dari kami. Banyak proker, banyak pertanyaan. Bukan perang. Karena inilah konsekuensi dari kelalaian yang saya lakukan. Pernah meninggalkan mereka. Saya masih ingat mereka benar-benar kehilangan induk. Walau sering ditengok.
Sekali lagi, buat saya apa yang terjadi setelah EM adalah konsekuensi untuk kita (atau mungkin saya sendiri). Pedulikah kita dengan hal itu. Ya kita peduli. Tapi tidak diam saja.
“pengalaman baik akan diingat, pengalaman buruk jadi pembelajaran”