Hahaha, Sedih untuk meninggalkan keluarga kecil ini

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Klop. Mungkin ini yang saya rasakan. Menjadi bagian dari keluarga kecil ini membuat saya betah untuk berlama-lama berbincang-bincang dengan mereka. Saya tau pasti. Setelah ini, semua tidak akan sama lagi.

Keluarga kecil inilah yang memberikan warna dalam hidup saya. Setidaknya, membuat saya lebih semangat untuk mengenal, berbagi, menjadi seorang kakak dan adik yang baik, lebih sabar untuk melihat sesuatu dari berbagai sisi. Setidaknya mereka telah membuat kecewa kelompok optimis yang selalu menginginkan lebih dan kelompok pesimis yang selalu merasa tersaingi.

Keluarga kecil ini memang tidak memiliki kelebihan apapun selain membuat masalah, membuat onar, berlebihan. Tetapi banyak hal yang keluarga lain belum miliki.

“Apa yang bisa kita dapatkan dalam satu tahun ini?”. Banyak. banyak hal yang luar bisa yang keluarga ini dapatkan. Saya mencoba untuk mengulang kata-kata tersebut. Mengapa ?. beberapa badai menghampiri kita. Pertama, kita sempat kehilangan satu sahabat kita. Kedua, kita bukanlah keluarga yang utuh, pengertian, atau yang orang lain selalu katakan. Kita tidak sesolid yang orang lain lihat. Ketiga, kita kembali kehilangan satu sahabat lagi. Lainnya ?. pekerjaan kita masih banyak. lihat saja, virtual hmif dalam keadaan sekarat. Tuntutan profesi masih menghantui kita. Permintaan sebagai pelopor beberapa event, membentuk tim untuk suatu proyek, dan banyak lagi.

Inilah yang membuat saya merasa sedih meninggalkan keluarga kecil ini. Saya senang dengan keadaan ini. Saya senang dengan lingkungan ini. Terlebih, optimisme keluarga kecil ini. Optimis untuk berlari sampai ke garis finish. Optimis untuk semua kemungkinan. Inilah wujud solid itu. Optimis dan bulat.

Inilah yang membuat saya merasa sedih untuk meninggalkan keluarga kecil ini. Keluarga kecil ini lengkap. Lengkap karakternya. Saya, orang yang cukup “Sak Klek” untuk beberapa hal. Emosi tinggi. Lain dengan seorang Acong, cukup dingin untuk melihat situasi. Berbeda juga dengan seorang masni yang melankolis namun siap buat berantem. Beda juga dengan anoy yang mau berbagi dan tidak suka mengeluh. Beda juga dengan Aziz yang diam-diam memiliki semangat dan mampu menyemangati. Beda juga dengan vizar yang bertanggung jawab. Ada juga, Han yang bisa mampu menjadi seorang kakak dan mampu mengayomi keluarganya. Juga Lele, yang mau siap membantu dan bertanggung jawab. Lain juga seorang Bagus yang mudah diajak diskusi. Khusnul yang harus diingatkan tetapi betanggung jawab dengan kerjanya. Terakhir Dito yang memiliki semangat untu visinya.

Banyak pekerjaan yang belum terselesaikan. Banyak cerita yang masih menggantung. Banyak kenangan yang akan selalu diingat.

Saya mencoba tersenyum untuk meninggalkan keluarga ini.

Img_5418

Kominfo itu mengecewakan.

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Memang benar, Kominfo itu mengecewakan. September s.d Desember 2011, Kominfo bekerja cukup baik, semua berfungsi. Program kerjanya diselesaikan. Kita telah menyelesaikan beberapa program kerja. Akhir Desember, program kerja kita yang lain akan selesai. Penerbita bulletin, pembuatan buku Informatika dan roadshow. Semua sudah terkonsep. Tinggal di eksekusi saja.

Belakangan ini suasana di keluarga kecil ini berbeda. Saya kurang tahu, mengapa demikian. Super sibuk. Di kubu Buletin, tim penyiapkan artikel, desain, survey percetakan. Di kubu iOS, tim mendesain, mengumpulkan konsep, mengumpulkan materi. Benar-benar sibuk.

Kesibukan inilah yang membuat iklim di kominfo berubah. Semua berfungsi, semua ikut ambil bagian. Saya berpikir, mungkin karena masa jabatannya mau berakhir. Jadi mereka semangat untuk memberikan yang terbaik. Semoga. Sebagai informasi, evaluasi pengurus telah dilaksanakan, menunjukkan akhir dari kepengurusan 2011. Laporan pertanggungjawaban juga telah dikerjakan.

Berbicara tentang evaluasi, Kominfo itu mengecewakan. Mengapa, kominfo mengecewakan karena telah membuat buku iOS dalam ukuran yang lebih besar. Desainnya juga bagus. Kominfo itu mengecewakan, kita masih saja santai ketika semua sibuk dengan laporan ini itu. Kominfo itu mengecewakan, ualng tahun anggota keluarganya dirayakan jadi satu. Kominfo itu mengecewakan, hanya kita yang punya logo dan perkumpulan. Dna basih banyak lagi kekecewaan yang harus dilontarkan.

Mengapa mengecewakan?. Kata kecewa sebenarnya tidak ingin saya sampaikan. Tetapi melalui kata ini, saya ingin mengubah sudut pandang seseorang tentang keunggulan, kelebihan yang kita miliki. Bukan sombong atau takabur. Mengapa yang selalu dipertanyakan kekurangannya. Dan cara menyampaiannya dalam bentuk sindiran, kurang puas, ataupun kurang sepakat. Coba lihat perkembangan yang ada. Kemajuan yang ada. Tidak ada yang sempurna. Mengapa ?. Karena membangun hal yang besar, tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Selanjutnya ?.  kita harus ganti pemain. Kembali sekolah, kembali berfikir, baru memulai aksi.

Kata kecewa hanya untuk mereka yang pesimis. Mereka yang tidak menyadari perubahan iklim yang ada. “Kominfo itu mengecewakan. Mengapa tidak membuat yang lebih ?”. “Kominfo itu mengecewakan. Mengapa masih kurang disana-sini”. Inilah orang-orang pesimis. Padahal, yang kita butuhkan adalah harapan. Dengan harapan kita usahakan untuk direalisasikan.

“Jika seperti itu, kominfo tahun depan akan lebih mengecewakan. Mengapa perkembangannya bisa sebagus ini”.

Semangat Untuk Masniari

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Tulisan kali ini khusus untuk masniari. Entah dia akan baca atau tidak itu urusan nanti. Sebelum-sebelumnya banyak yang mempertanyakan kenapa saya memilih Masniari sebagai bagian keluarga ini. Dan inilah kehidupan. Kita tidak hanya memilih, tetapi tuhan juga menentukan. Kita kehilangan dia selama paruh pertama. Kita tidak ingin kehilangan lagi. Itulah yang membuat kita semangat untuk menyelesaikan program kerja itu. Saya berfikir seperti itu. Inilah salah satu cara memberikan semangat untuk dia. Menunjukkan bahwa kita masih peduli, dan kita masih punya semangat untuk menyelesaikannya.

Salah satu cara untuk memberi semangat adalah dengan membiarkan dia menemukan waktu yang tepat untuk memulai dan menyadari segalanya. Kami hanya memberikan harapan kepada orang-orang yang bertanya, “Lihat saja, semua baik-baik saja kok”. Harapan-harapan tersebut tentuk akan sampai ke masniari. Hasilnya adalah dia akan lebih semangat dan siap untuk menghadapi apapun yang terjadi nanti.

Peduli apa dengan dia, semisal tidak menjalanka program kerja pun semua berjalan dengan baik kok.  Tetepi, yang kita cari dalam keluarga ini bukan hanya menyelesaikan program kerja. Tetapi juga mewujudkan keinginan-keinginan dari setiap anggota keluarga. Saya yakin dia punya keinginan yang akan dia wujudkan melalui keluarga ini. Apapun itu.

Buat saya, tidak ada yang salah dengan sifat, sikap, cara berfikir seseorang. Yang salah adalah bagaimana mereka menggunakan sifat, sikap, atau pemikirannya. Karena itu, semangat seseorang akan hadir, ketika dia mau menggunakan sifat dan sikap yang ada untuk semangat itu sendiri.

Kita lihat nanti, apakah seorang masniari akan mewujudkan keinginannya melalui keluarga ini.

Campur tangan dan kisah sedih di minggu itu.

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Apa yang terjadi saat ini adalah kita kehilangan semangat. Semua berfungsi di Kominfo. tapi tidak semua di HMIF. Berfungsinya Kominfo pun belum 100%. Campur tangan Litbang terhadap berfungsinya HMIF sangat dinantikan. Benar-benar dinantikan. Semua penasaran dengan gebrakan apa yang terjadi. Tidak dipungkiri, Litbang pun sempat kehilangan induk. Sama dengan saya, sekolah dulu. Hingga akhirnya sebuah ide besar yang diberikan adalah curhat personal. Gampangnya seperti itu. Litbang menggali informasi dari seluruh keluarga besar. Begitu juga dengan kami. Bagaimana keadaan kami, bagaimana keadaan orang-orangnya, apakah berfungsi dengan baik. keluh kesahnya. Banyak sekali.

Semua bilang tidak ada apa-apa. Tapi yang ada adalah kurang kompak. Kok bisa ?. koordinasinya kan cukup bagus?. Inilah yang terjadi. Koordinasi antar proker masih kurang. dan sayapun tidak mau kehilangan momen. Keluarga kami mengadakan evaluasi mendadak. Banyak yang kita peroleh. Semua tahu apa yang selama ini mengganjal. Inilah yang saya inginkan, Manajemen Masalah. Adanya masalah perorangan yang membuat hal ini bisa terjadi. Saya bersyukur ketika tuhan mengirimkan mereka di sekitar saya. Mereka membuka percakapan dengan hati-hati. Tidak ada yang disakiti. Yang ada adalah mereka siap untuk menata kembali. Menata kehidupan keluarga kami. Dan ada satu pe er yang harus kami selesaikan. Memberikan semangat untuk teman, sahabat, dan keluarga kami.

Semua Berfungsi, saya tahu itu.

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Ya, semua berfungsi. Keluarga saya berfungsi dengan baik. semua disibukkan dengan tugas, dan program kerja. Unik menurut saya. Semua berfungsi dengan baik.

Disaat saya merasa down karena merasa ada yang kurang dan tidak bisa saya berikan, ternyata semua berubah dan berfungsi dengan baik. sekolah itu berhasil. Kehilangan induk itu bukan kesalahan yang fatal. Saya bersyukur ketika paruh kedua ini benar-benar menarik perhatian. Semangat saya kembali lagi. Bukan karena saya mereka semangat dan berfungsi. Tetapi karena merekalah saya berfungsi.  Semangat saya kembali.  Sudah berapa kali kita berkumpul, formal atau tidak formal saya tidak peduli. Yang saya tahu semua lebih baik sekarang.

Salah satu hal yang menjadi parameter adalah adanya belajar bersama. Mereka tidak hanya berfikir kerja-kerja tetapi kewajiban mereka juga mereka penuhi dengan baik. ada kesulitan mereka bertanya.

iOS mulai berjalan, tim jurnalis mulai bekerja, buku link update lagi, pendelegasian terdokumentasikan dengan baik. bulletin mulai melakukan perencanaan yang matang. Mereka memang tidak pernah menyusahkan. Merekalah orang-orang hebat yang akan selalu berfungsi dengan baik ketika lingkungannya tidak bersahabat.

siapa yang campur tangan ?. banyak. dan keluarga besar itu salah satunya.

Kabar Mereka, siap untuk paruh kedua ?

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Bagaimana kabar Kominfo ?. setelah Editorial Meeting kemarin ?. tidak ada masalah.  Bahkan kami siap untuk paruh kedua ini. Gambaran sudah ada. Perencanaan sedang dilakukan. Dan gebrakan baru itu adalah hadirnya KFC (Kominfo Fans Club). Perkumpulan untuk seluruh alumni Kominfo dan kominfo yang berjalan. Dimulai malam itu. Malam setelah EM. Kita berkumpul di Andheng-Andheng. Niat awal memperkenalkan Kominfo tahun-tahun sebelumnya. Namun  keisengan kami muncul. Merayakan ulang tahun keluarga kami, Bagus, Han, dan Anoy. Mereka ulang tahun dan baru kita rayakan. Inilah kabar mereka. Semoga semakin bersahabat, semakin akur, dan semakin akrab.

Agar mereka lebih semangat untuk paruh kedua, Saya sempat memberikan sebuah tulisan kecil yang saya susun untuk mereka. Entah penting atau tidak, berfungsi atau tidak, saya tidak tahu. Mereka yang lebih tahu. Yang jelas saya berusaha mengembalikan semangat yang mulai pudar itu. Mereka butuh semangat. Bukan program kerja. Saya tahu itu. Selain itu, selebum EM keluarga ini mendapt tanda pengenal lagi, sebuah pin. Pin murah yang bergambarkan logo kominfo. semoga bermanfaat dan bisa dijadikan kenang-kenangan.

Untuk paruh kedua, mulailah kita dengan kegiatan kita.  Han, Vizar, Lele, Masni, Anoy, Khusnul, Bagus, Dito, Acong, Aziz dan saya sendiri, siap untuk itu. Karena siap-atau tidak siap, hidup tetap berjalan.

Bukan perang, tapi sebuah konsekuensi

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Saya mengakui, adanya kelemahan di beberapa sisi Kominfo. walaupun setiap hal di dunia ini pasti ada kelemahannya. Namun menurut saya kelemahan yang ini bisa ditutupi. Selama keberjalan editorial meeting, saya menemukan beberapa hal yang harus dan wajib diperbaiki.

Pertama adalah kurangnya koordinasi  masalah Manajemen bicara. Perlu ada kesamaan pendapat di sini. Secara tidak langsung koordinasi saat itu masih kurang. Benar, masih kurang. Koordinasi di bidang apa yang kurang ?. secara umum koordinasi personal di Kominfo cukup baik. koordinasi antar program kerjalah yang harus dikoordinasi ulang. Banyak kelemahan disisi ini. Program kerja A dengan B masih sering campur. Bagus sih, pelaksanaannya jadi lebih ringan dan cepat. Tapi, laporan yang diperoleh menjadi timpang dan tidak jelas.

Ini dilihat pada saat keluarga kami menuai banyak pertanyaan. Seakan gendering perang dimulai. kenapa bertanya ini itu. Rasa jengkel itu mungkin hadir sesaat di hati kami. Iya, sesaat dihati kami. Selanjutnya, kami mulai memikirkan kembali keluarga kami. Entah apa yang terjadi nanti, ya nanti. Jangan berfikir sekarang. Bisa pusing jadinya.

Kedua adalah banyaknya program kerja. Program kerja kami cukup banyak. 13 program kerja. Sukses semuakah saat itu ?. belum.  Kita akan membuat sukses ketika muktamar di depan mata. Itu janji saya. Seharusnya program kerja yang berjalan bisa dipangkas menjadi lebih sedikit. Dari 13 program kerja bisa menjadi 7 atau 8 saja. Misalkan Web, database, blink, siyudi bisa dijadikan satu, sebut saja hmif di dunia maya. Roadshow dan company profile bisa digabung jadi satu. Sebut saja visitasi dan pengenalan HMIF.

Ini dilihat ketika EM sendiri, banyak pertanyaan yang belum disampaikan. Karena banyaknya proker. Inilah konsekuensi dari kami. Banyak proker, banyak pertanyaan. Bukan perang. Karena inilah konsekuensi dari kelalaian yang saya lakukan. Pernah meninggalkan mereka. Saya masih ingat mereka benar-benar kehilangan induk. Walau sering ditengok.

Sekali lagi, buat saya apa yang terjadi setelah EM adalah konsekuensi untuk kita (atau mungkin saya sendiri). Pedulikah kita dengan hal itu. Ya kita peduli. Tapi tidak diam saja.

“pengalaman baik akan diingat, pengalaman buruk jadi pembelajaran”

Tidak hanya Manajemen Filtering, Tetapi Manajemen Berbicara

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Manajemen berbicara, sebenarnya saya masih bingung mencari padanan kata yang pas untuk “NgeLes” atau memberikan alasan yang logis. Untuk segala hal yang kita sudah lakukan. HMIF butuh itu. Kita juga butuh itu. Dan sepertinya mereka mendapatkannya ketika disekolahkan dulu.

Sebelum editorial meeting. Membahas apa yang sudah dan apa yang belum selesai. Banyak yang belum ternyata. Tapi say yakin bisa selesai semua kok. Mereka bukan orang yang hanya mementingkan selesainya kerja, atau mereka bukan orang yang dengan mudah bilang “Sudah, kita pasrah saja”. Terbukti, pra evaluasi kita mencari solusi. Dibantu mas ufi mencari jawaban yang pas. Mencari solusi yang pas. Bahkan grand design untuk paruh kedua jelas sudah direncanakan. Mereka bukan hanya konseptor saja, tetapi teknis juga. Terbukti juga pra evaluasi, mereka membuat perencanaan yang luar biasa. Siap untuk menjawab pertanyaan. Dan siap untuk bertanggung jawab.

Inilah manajemen Berbicara, mencari jawaban yang pas dan mencari solusi yang pas.  Menerka pertanyaan yang akan keluar atau dilontarkan oleh penanya. Saya bersyukur ketika mengetahui bahwa mereka memiliki Manajemen Berbicara. Mereka memiliki manajemen Filtering juga. Memfilter dirinya ketika dibutuhkan. Fokus pada satu hal. Dan fokus pada komitmen.

Terlalu lama mungkin saya lupa jika memiliki keluarga. Atau terlalu sedikit sekolah yang saya ikuti?. Keluarga ini memiliki orang-orang yang luar bisa. Dan saya menyadari, satu keluarga ini menghilang. Iya. Semua tahu itu. Tapi saya yakin semua ada waktunya. Dia pasti menjadi lebih baik dari yang lain.

Pulang kerumah, terlambat mungkin.

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE

Kembali pada jalan yang benar, saya mulai menata kembali kondisi keluarga ini. Sudah cukup mereka sekolah. Cukup mereka bersedih. Dan cukup mereka kehilangan induk.

Namun kembali ke keluarga Kominfo ternyata tidak semudah itu, beberapa rintangan ternyata muncul. Kepanitiaan yang mundur, dan bisa dibilang terlambat untuk paruh pertama ini. Ya, Editorial meeting sudah di depan Mata. Dan satu kegiatan Kominfo akhirnya terlaksana.Visitasi ke BEM F.Hukum menjadi salah satu pencerahan buat saya.

Berbicara tentang roadshow, HMIF 2011 akhirnya pertama kali roadshow ke BEM FH. Cukup banyak rintangan dan halangannya. Mulai dari tempat visitasi yang berada di Undip Pleburan (Semarang Bawah), saat berangkat mendung gelap. Dan terancam hujan. Yang berangkat tidak sebanyak yang ditargetkan, dan yang menerima juga tidak banyak.

Cukup 4 orang saja. 4 orang itulah yang berbagi pengetahuan tentang BEM FH. Dari HMIF ?. cukup banyak 30 orang mungkin. Dan Alhamdulillah sukses. Banyak hal baru yang kita peroleh. Salah satunya tentang transparansi dana, besarnya dana untuk BEM disana, dan hal yang menarik manajemen sumber dayanya. Kita butuh itu. Dan kominfo masih butuh manajemen Filtering.

Roadshow selesai, diiringi langit yang mendung. Semendung pikiran saya akan keberjalanan Kominfo. Senangka mereka disana, masih mau untuk melanjutkan perjalanankah ?. adalah yang harus dikorbankan?. Entahlah. Pikiran itu semakin berputar seiiring waktu EM semakin dekat.

Posterous theme by Cory Watilo